BERSINERGI MENUJU DESA ERA DIGITAL DENGAN CEPAT MUDAH DAN TRANSPARAN

Artikel

Posbindu Lansia

07 Agustus 2023 01:08:44  Admin Desa Cangkir  144 Kali Dibaca  Berita Lokal

Penduduk lanjut usia atau lansia adalah penduduk berumur 60 tahun ke atas, terdiri atas lansia muda (umur 60-69 tahun), lansia madya (umur 70- 79 tahun), dan lansia tua (umur 80 tahun ke atas). Negara dengan struktur penduduk tua membutuhkan upaya lebih besar dalam hal pembiayaan kesehatan dan penyediaan sarana dan prasarana untuk menjamin keberlangsungan dan kesejahteraan kelompok usia lanjut dibandingkan negara dengan struktur penduduk muda.

Namun demikian beberapa negara berkembang seperti Indonesia juga mulai menuju kepada negara dengan struktur penduduk tua. Pergeseran struktur penduduk yang semula lebih banyak pada penduduk muda menjadi lebih banyak pada penduduk tua disebut juga dengan population ageing.

Pada tahun 2030, diperkirakan setidaknya 1 dari 6 penduduk dunia adalah lansia (WHO, 2022). Jumlah penduduk dunia yang berusia 60 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat dari 1,4 miliar pada tahun 2020 menjadi 2,1 miliar pada tahun 2050. Sejak tahun 2021, Indonesia telah memasuki struktur penduduk tua (ageing population), di mana sekitar 1 dari 10 penduduk adalah lansia. Fenomena ageing population bisa menjadi bonus demografi kedua, yaitu ketika proporsi lansia semakin banyak tetapi masih produktif dan dapat memberikan sumbangan bagi perekonomian negara (Heryanah, 2015). Akan tetapi, lansia dapat menjadi tantangan pembangunan ketika tidak produktif dan menjadi bagian dari penduduk rentan.

Data Susenas Maret 2022 memperlihatkan sebanyak 10,48 persen penduduk adalah lansia. Lansia perempuan lebih banyak daripada laki-laki (51,81 persen berbanding 48,19 persen) dan lansia di perkotaan lebih banyak daripada perdesaan (56,05 persen berbanding 43,95 persen). Sebanyak 65,56 persen lansia tergolong lansia muda (60-69 tahun), 26,76 persen lansia madya (70-79 tahun), dan 7,69 persen lansia tua (80 tahun ke atas).

Yogyakarta menjadi provinsi dengan persentase penduduk lansia paling tinggi di Indonesia pada 2022, yakni 16,69%. Posisinya diikuti oleh Jawa Timur dengan persentase lansia sebanyak 13,86%.

Proses penuaan sebagai akumulasi dari kerusakan pada tingkat seluler dan molekuler yang terjadi dalam waktu yang lama seringkali dikaitkan dengan kejadian penyakit tidak menular. Berbagai studi telah menunjukkan usia merupakan salah satu faktor risiko penyakit tidak menular. Menurut Sanjaya (2009) dalam Trisnawati & Setyorogo (2013), peningkatan risiko Diabetes Melitus seiring dengan bertambahnya umur, khususnya pada usia lebih dari 40 tahun disebabkan karena pada usia tersebut mulai terjadi peningkatan intoleransi glukosa. Proses penuaan menyebabkan berkurangnya kemampuan sel beta pankreas dalam memproduksi insulin. Selain itu pada individu yang berusia lebih tua terdapat penurunan aktivitas mitokondria di sel-sel otot sebesar 35%. Hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar lemak di otot sebesar 30% dan memicu terjadinya resistensi insulin.

Hasil Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi Diabetes Melitus dan Hipertensi meningkat seiring pertambahan usia. Bahkan peningkatan signifikan prevalensi Diabetes Melitus Terjadi pada kelompok usia 55-64 tahun, yaitu meningkat dari 3,88% pada usia 45- 54 tahun menjadi 6,29%.

Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) adalah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi (Penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, penyakit paru obstruktif akut dan kanker) serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Posbindu Adalah bentuk peran serta masyarakat (kelompok Masyarakat, Organisasi, Industri, Kampus dll). Upaya Promotif dan preventif untuk mendeteksi dan pengendalian dini keberadaan faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) secara terpadu. Tujuan utama dari diadakannya program Posbindu ialah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM

Sasaran dari program ini bisa dari berbagai kalangan, diantaranya:

  • Kelompok Masyarakat Sehat, Berisiko dan Penyandang PTM atau orang dewasa yang berumur 25 tahun keatas.
  • Pada orang sehat agar faktor resiko tetap terjaga dalam kondisi normal.
  • Pada orang dengan faktor resiko adalah mengembalikan kondisi beresiko ke kondisi normal.
  • Pada orang dengan penyandang PTM adalah mengendalikan faktor resiko pada kondisi normal untuk mencegah timbulnya komplikasi PTM 

Desa Cangkir terdiri dari 3 dusun yakni Wates, Cangkir, dan Gading. Terdapat total 6 RW dan 22 RT yang berada di dalam wilayah desa Cangkir. Desa Cangkir sendiri sudah mulai merutinkan kegiatan Posbindu secara bergilir dari tiap RT dengan bantuan ibu Bidan dan para ibu-ibu Kader. Kegiatan Posbindu bergilir ini sudah terlaksanakan sebanyak 2 kali dan untuk pertemuan yang ketiga kami berkesempatan untuk turut membantu ibu Bidan dan para kader yang bertugas dalam melakukan pemeriksaan.

Alur pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan:

  • MEJA 1 : Pendaftaran
  • MEJA 2 : Wawancara
  • MEJA 3 : Pengukuran Tinggi Badan, Berat Badan, IMT, Lemak Perut
  • MEJA 4 : Pemeriksaan Tekanan Darah, Glukosa Darah, Kolesterol
  • MEJA 5 : Edukasi / Konseling

Kegiatan pemeriksaan yang diadakan pada Senin, 25 Juli 2023 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat RT 17 dan sekitarnya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Dari runtutan kegiatan pemeriksaan kami mendapatkan hasil bahwa sebagian besar masyarakat RT 17 memiliki kadar Asam Urat yang tinggi dan setelah ditelusuri, hal ini berhubungan dengan gaya hidup masyarakat sekitar yang kurang baik.

Harapan kami kedepannya semakin banyak warga yang mulai melek akan resiko PTM sehingga warga tertarik untuk melakukan deteksi dini dan melakukan penatalaksanaan lebih awal agar tidak terjadi komplikasi serius.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jalan Raya Cangkir No. 242 Driyorejo
Desa : Cangkir
Kecamatan : Driyorejo
Kabupaten : Gresik
Kodepos : 61177
Telepon : 082244387541
Email : [email protected]

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:119
    Kemarin:288
    Total Pengunjung:76.457
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:104.23.243.228
    Browser:Mozilla 5.0