Artikel
Sosialisasi Stunting, Gizi Baik, Dan MPASI Anak Dusun Cangkir
Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.Stunting biasanya terjadi pada masa anak-anak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain:
- Ibu hamil kekurangan asupan gizi
- Pola makan tidak seimbang
- Perawatan yang tidak memadai usai melahirkan
- Gizi anak yang tidak terpenuhi
- Pola asuh orang tua
- Infeksi berulang
- Sanitasi yang kurang baik
- Kurangnya akses ke layanan kesehatan
- Kehamilan tidak sehat
- Pemberian ASI yang tidak eksklusif
Stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun. Stunting memiliki gejala-gejala yang bisa dikenali, misalnya
- Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
- Pertumbuhan tubuh dan gigi yang terlambat
- Memiliki kemampuan fokus dan memori belajar yang buruk
- Pubertas yang lambat
- Saat menginjak usia 8-10 tahun, anak cenderung lebih pendiam dan tidak banyak melakukan kontak mata dengan orang sekitarnya
- Berat lebih ringan dibanding anak seusianya
Setelah melakuakan wawancara dengan bidan desa Cangkir, kami telah mendapatkan data bahwa terdapat 14 anak stunting pada desa cangkir dengan kisaran usia antara 2-5 tahun. Hal tersebut melatar belakangi pelaksanaan program kerja yang kami lakukan ini. Beberapa masalah lain yang kami hadapi yaitu banyaknya pergantian kader posyandu pada tahun ini, sehingga hal tersebut membuat kami untuk melakukan sosialisasi sedari awal. Berbeda bila para kader sudah memiliki sedikit pengetahuan mengenai stunting. Oleh karena itu, kami mengadakan sosialisasi mengenai hal tersebut untuk melakukan pencegahan serta penanganan masalah stunting di desa Cangkir. Harapan kami dengan diadakan sosialisasi stunting dapat diserap oleh peserta yang notabene dihadiri oleh ibu-ibu dan dipraktekan serta dapat mencegah anak mengalami stunting.
Setelah dilakukan sosialisasi tersebut, kami juga mengetahui beberapa masalah baru yaitu dengan berat badan anak yang menetap dengan tidak bertambah maupun berkurang sedangkan usia mereka bertambah, faktor genetik yang membuat tinggi badan anak menjadi tidak tumbuh dikarenakan orang tua mereka yang memiliki gen pendek, sedikitnya informasi yang ibu miliki mengenai stunting dan banyak nya ibu pekerja di daerah Cangkir
Deteksi Dini Visus Mata pada Anak Sekolah Dasar di SDN 148 Gresik
Posbindu Lansia
Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Produk Teh
Susur Kali Surabaya, Kampanye Memerdekakan Sungai dari Sampah

