Artikel
Deteksi Dini Visus Mata pada Anak Sekolah Dasar di SDN 148 Gresik

Kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, terutama pada anak-anak usia sekolah dasar. Pada tahap ini, kualitas penglihatan yang baik sangatlah vital untuk menunjang perkembangan pendidikan dan sosial mereka. (Diah Fauzia Zuhroh, 2022). Saat memasuki lingkungan sekolah, fungsi penglihatan merupakan faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena menandakan bahwa proses pembelajaran akan berjalan sangat lancar jika penglihatan anak berfungsi secara normal. Berbagai jenis kelainan yang berhubungan dengan mata sering terjadi pada anak-anak karena berbagai faktor. Beberapa variabel, termasuk pencahayaan, kontras cahaya, kombinasi warna, waktu, dan tingkat refrigeran yang mungkin berperan.
Riskesdas (2013) memperoleh data terkait kesehatan mata dari responden berjumlah 924,780 orang berusia 6 tahun ke atas yang mengalami permasalahan mata. Bila terjadi miopia lebih muda dari 10 tahun maka akan berpotensi terjadinya miopia yang progresif hingga mencapai 6 dioptri (American Academic of Ophthalmology, 2014). Deteksi gangguan penglihatan pada anak usia sekolah sangat penting karena periode waktu tersebut merupakan peluang untuk memecahkan masalah penglihatan. Jika masalah ini tidak segera dikenali dan diperbaiki, dapat mengakibatkan masalah yang lebih serius di masa mendatang.
Buta warna adalah kondisi mata yang tidak mampu melihat warna secara normal. Penderita penyakit ini sulit membedakan warna tertentu (buta warna parsial) atau bahkan seluruh warna (buta warna total). Buta warna adalah penyakit yang umumnya didapat sejak lahir. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Buta warna merupakan penyakit seumur hidup. Agar penderita dapat beradaptasi dengan kondisi ini, dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan jenis buta warna yang diderita (Pittara, 2022). Melakukan pemeriksaan mata secara rutin dan menekankan pentingnya menjaga kesehatan mata pada anak akan membantu mengidentifikasi kasus penglihatan pada anak lebih awal. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan mata bagi kesehatan dapat membantu para orang tua dan pendidik menjadi lebih proaktif dalam menangani kasus gangguan dan penglihatan anak.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di SDN 148 Gresik dengan melibatkan 40 siswa kelas 5 mawar dan melati. Program ini diawali dengan observasi lapangan kemudian ditemukanlah identifikasi masalah yaitu kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga mata. Adapun metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang baik sehingga kegiatan Visus mata dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran di masyarakat. Program ini diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2023 di SDN 148 Gresik dengan memperoleh data menggunakan rekam medis yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi.
Anak sekolah dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 148 Gresik sebelumnya belum pernah dilakukan pemeriksaan kesehatan mata, dan keluhan penglihatan kurang dianggap biasa oleh orang tua maupun guru mereka. Selain itu, siswa-siswi kelas 5 SDN 148 Gresik banyak yang gemar bermain games/handphone, serta didukung oleh data WHO (2017) yang menyebutkan bahwa kurangnya aktivitas fisik dan penggunaan media audiovisual yang semakin mendominasi pada anak usia sekolah.
Kegiatan ini telah berhasil dilakukan, dimana dapat disimpulkan bahwa ganggunaan visus mata kanan pada anak di SDN 148 Gresik yang tergolong dalam kategori baik sebesar 67,5%, kategori sedang sebesar 30% dan katagori buruk sebesar 5%. Sementara pada visus mata kiri tergolong dalam kategori baik sebesar 67,5%, kategori sedang sebesar 30%, dan kategori buruk sebesar 2,5%. Kegiatan deteksi dini visus mata pada anak usia sekolah ini memberi manfaat tentang keadaan visus mata repsonden dan membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya visus mata anak. Hasil ini juga dapat digunakan sebagai indikator dalam memberikan promosi kesehatan tentang deteksi dini penurunan visus pada anak di lingkungan masyarakat. Dengan adanya kegiatan visus mata ini diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan kesehatan mata yang optimal, sehingga mereka dapat meraih potensi akademik dan sosial secara maksimal.
Posbindu Lansia
Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Menjadi Produk Teh
Sosialisasi Stunting, Gizi Baik, Dan MPASI Anak Dusun Cangkir
Susur Kali Surabaya, Kampanye Memerdekakan Sungai dari Sampah

